Saint Mary's Way

Langkah kecil yang berarti

Saint Mary’s Way atau yang biasa disingkat SMW adalah sebuah kegiatan  yang dilaksanakan oleh SMP Santa Maria untuk para siswa-siswi kelas 9. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan kasih terhadap sesama, agar para siswa/i dapat belajar untuk peduli dan berbagi dengan orang lain secara nyata. 

Pelayanannya bisa dilakukan di berbagai tempat, seperti gereja, komunitas sosial, ataupun panti asuhan. 

Lewat kegiatan sederhana ini, sekolah ingin menanamkan dan membentuk karakter siswa/i supaya mampu mendalami nilai-nilai keutamaan Bunda Maria, seperti kerendahan hati, ketaatan, ketulusan, dan kesediaan untuk melayani.

Selain untuk mendalami dan mencerminkan nilai-nilai tersebut, kegiatan SMW juga mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam tim. Mulai dari tahap perencanaan, penyusunan proposal, pembagian tugas, sampai ke teknis pelaksanaan di panti, semuanya dilakukan secara bersama-sama. 

Tujuan besarnya adalah supaya setiap siswa belajar untuk mempererat kerjasama, memahami koordinasi, dan menyadari bahwa sebuah kegiatan hanya bisa berjalan lancar kalau semua orang berkomitmen dan berkontribusi. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi mereka mengalami secara langsung bagaimana kerja tim berlangsung dalam kehidupan nyata.

Untuk pengalaman pribadi saya sendiri, saya melaksanakan kegiatan Saint Mary’s Way di Panti Asuhan Cahaya Kasih, yang berlokasi di Jl. Karya Mukti No.132, Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat 40223. Tempat ini merupakan salah satu panti yang menjadi lokasi pelayanan SMW. 

Saya tidak pergi sendiri, saya mengikuti kegiatan ini bersama tiga belas teman saya yang lainnya. Kami semua sudah dibagi ke dalam kelompok yang berbeda sebelum hari pelaksanaan tiba. Tujuan kami sederhana, kami ingin berbagi kasih, berbagi sukacita, serta menghadirkan momen berharga bagi adik-adik yang tinggal di panti tersebut.

Kegiatan SMW saya dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2025. Meski hari itu terlihat simpel, sebenarnya proses yang kami lalui jauh lebih panjang. Beberapa minggu sebelumnya, kami sudah diarahkan oleh guru untuk mulai menyusun proposal kegiatan. Proposal ini mencakup segala hal yang diperlukan, seperti tujuan, rundown acara, daftar perlengkapan, pembagian kompartemen, dan segala keperluan teknis lainnya. Setelah proposal selesai, kami juga harus membuat jadwal kegiatan dan memastikan setiap orang memahami tugasnya masing-masing.

Ketika semua dokumen  selesai dibuat, kami masuk ke tahap persiapan. Pada tahap ini, kami secara bersama-sama pergi ke department store untuk membeli berbagai kebutuhan yang akan kami bagikan kepada adik-adik panti nanti. Kami membeli snack, alat tulis, dan beberapa kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, kami juga menyiapkan hadiah kecil berupa bunga, gantungan kunci, dan buah tangan lain yang dibuat secara handmade dari pipe cleaner. Membuat hadiah-hadiah kecil itu ternyata menyenangkan dan terasa lebih bermakna karena kami membuatnya sendiri dengan usaha dan niat yang tulus.

See : 
Saat hari pelaksanaan tiba, tepat pada 11 Oktober, saya dan teman-teman berkumpul di Panti Asuhan Cahaya Kasih pada pukul jam 9 pagi. Kami disambut hangat oleh pengurus panti dan anak-anak panti dan mulai mempersiapkan rangkaian acara. Di sana, kami bermain, bernyanyi, dan bercerita bersama adik-adik panti. Banyak dari mereka yang sangat antusias, terutama ketika sesi mewarnai dan menebak kuis Alkitab dimulai. Saya sendiri mendapat tugas  untuk membaca bacaan Kitab Suci dan memimpin doa pembuka. Selain itu, saya juga membantu mengkoordinasikan pembagian hadiah agar semua anak mendapatkan bagiannya dengan tertib.

Judge : 
Melalui kegiatan ini, saya benar-benar merasakan nilai-nilai keutamaan Bunda Maria yang sejak awal diajarkan kepada kami. Salah satu nilai yang paling saya rasakan adalah kerendahan hati dalam melayani. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa melayani tidak perlu menunggu sesuatu yang besar; bahkan hal kecil pun bisa menjadi berarti selama dilakukan dengan hati yang tulus dan tanpa mengharapkan pujian atau imbalan apa pun.

Saya juga teringat pada kutipan dari Mazmur 136:1 (BBE): “O give praise to the Lord, for he is good: for his mercy is unchanging for ever.”Ayat ini mengingatkan saya bahwa kasih Tuhan itu abadi dan selalu menyertai kita, serta mengajak kita untuk selalu bersyukur. Lewat kegiatan SMW, saya merasakan salah satu bentuk nyata dari kasih itu ketika kami berbagi dengan hal kecil dan sederhana, namun membuat sesama kita menjadi bersukacita

Tentu saja, kegiatan SMW ini tidak sepenuhnya berjalan mulus tanpa kendala. Salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi adalah mencari jadwal kunjungan yang tepat agar semua anggota kelompok bisa hadir. Selain itu, kami juga harus menyesuaikan alokasi dana agar semua kebutuhan bisa terpenuhi tanpa melewati batas anggaran yang sudah ditetapkan. Selama proses ini, kami belajar banyak hal tentang kesabaran, cara mengatur keuangan dengan baik, dan kerjasama tim.

Act:
Setelah melalui seluruh rangkaian kegiatan, saya merasa sangat bersyukur. Meskipun apa yang kami lakukan mungkin terlihat sederhana, namun senyuman yang kami lihat dari adik-adik panti membuat semua usaha terasa sangat berarti. Saya merasa bahagia bisa berbagi kasih dan sukacita dengan mereka. Pengalaman ini juga membuat saya lebih terdorong untuk peduli terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari. Hal kecil yang saya lakukan setelah kegiatan ini adalah membuat janji pada diri saya sendiri: to share love, joy, and kindness with my fellow human beings, mulai dari teman-teman sekelas saya sendiri.

Setelah perencanaan-persiapan-pelaksanaan selesai, ada laporan acara yang harus dipresentasikan, presentasinya di depan orang tua dan juga murid lainnya, hal ini sebetulnya cukup membuat takut, nervous dan kepikiran dari hari hari sebelumnya. Tapi ternyata pada hari presentasi tiba tidak semenakutkan itu. Dan akhirnya selesai sudah rangkaian kegiatan Saint Mary's Way. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemanfaatan teknologi

Outing